content top



NAFSU



Bismillaahirrahmaanirrahiim



Disaat keheningan ,tergores oleh kebisingan,dan hingar bingar yang ada dalam diri,muncullah dua kekuatan besar yang saling berambisi pada ke'EGOAN' diri,beradu antara sisi KEBAIKAN dan KEBURUKAN,adakalanya yang baik belum tentu benar,dan yang tampak buruk belum tentu tidak benar.


Dalam banyak cerita dan mitos,dua buah lambang kekuatan,keberanian dan keperkasaan sering digambarkan sebagai NAGA DAN MACAN/HARIMAU.


Namun bisa juga diartikan sebagai lambang kebuasan,ganas,galak,dan tempramental.
Bila dalam cerita pewayangan Macan digambarkan lambang Api/Bani,dan disebut sebagai nafsu amarah,sedangkan Naga bisa hidup di tiga alam yaitu didarat/Bantala,air/Banyu,dan di udara/Bayu(Naga terbang) dilambangkan sebagai nafsu lawwamah(angin),sufiyah(air),dan muthmainah(bumi)
Keempat kehidupan yaitu didarat/bumi,air,udara/angin,dan api inilah sebagai anasir pembentuk jasad dan watak tiap diri dan selalu bergerak,berotasi seiring kehidupan yang dijalaninya.


1.Api (Nafsu Amarah) selalu bergerak keatas,dan berkobar,namun kobarannya bisa membawa manfaat dan juga mudlarat


2.Angin (Nafsu lawwamah),wujud angin tak dapat dilihat,tak dapat dipegang,namun dapat dirasa desirannya,dan hentakannya pun tak terduga,sama seperti sifat nafsu ini dalam diri seseorang,terkadang dia sadar,merasa dan menyesal atas kesalahannya,namun dilain waktu tak terduga bisa lebih jauh terjrumus pada kemaksiatan.


3.Air (Nafsu Suffiyah),wujud air cair,mengalir dari tempat tinggi ketempat yang rendah dan bisa menempati ruang apa saja tergantung yang dia tempati,namun diatas permukaan terlihat seperti tenang,tetapi didasar arus begitu deras bisa menghanyutkan apa saja yang dilaluinya,sama seperti orang yang pada nafsu ini,dia akan luwes,lemah lembut,mudah beradaptasi,hatinya mudah lemah tidak keras,memiliki rasa iba dan disenangi banyak orang,tetapi dalam sifat baiknya ia kadang tidak sadar terhadap apa yang dilakukannya dan sering perbuatan yang buruknya dilakukan secara diam-diam.


4.Bumi (Nafsu Muthmainah),sifat bumi/tanah,selalu menampung segala yang ada dipermukaan dan didalamnya,selalu menumbuhkan dan tiada berharap imbalan,memberi kesuburan dan kehidupan pada semua makhluk,anasir bumi inilah sebagai wujud seorang yang benar-benar sabar,tidak mengeluh,qana'ah,dia selalu tenang,ridho,walaupun kita injak-injak,dikotorin,diambil darinya oleh orang lain,gambaran inilah sebagai wujud jiwa yang tenang/nafs al muthmainah.


Namun mengapa,bumi setenang itu bisa murka begitu dahsyat?


Apakah bumi/sifat pada diri kita yang salah?
Ataukah memang sudah kehendak takdir-Nya?


Allah SWT telah memberikan hidayah dan taufiq pada kita,ada Ilmu ,ada Qudrah,ada Iradah.
Disinilah yang disebut dengan pertarungan besar antara dua adidaya dalam diri yaitu antara sisi kebaikan dan keburukan,antara jiwa berwatak syetan dan jiwa berwatak malaikat.



0 komentar:

Posting Komentar

"Silahkan berkomentar yang baik, dan lebih mendekati pada kebenaran"



Semua Manusia akan rusak,kecuali yang Berilmu... Orang yang berilmu pun akan rusak ,kecuali orang yang beramal... Orang yang beramal juga akan rusak ,kecuali orang yang Ikhlas (Imam Al-Ghozali)