content top



TASAWUF,HIKMAH DAN KEBATHINAN

Dalam dunia Islam kita mengenal adanya suatu ajaran ilmu yang berkembang dimasyarakat secara umum yaitu ilmu tasawuf,ilmu hikmah dan ilmu kebathinan.
Diantara ketiga ilmu tersebut dibedakan berdasar pada  tata cara lakunya.
Tapi entah dari mana asal mula perbedaan diantara ketiganya tersebut. Sebab bagi saya pribadi semuanya bersumber pada satu ajaran yang sama dan mempunyai tujuan yang sama pula pada sifat kamanungsaan dan menuju kesempurnaan.

Semua keilmuan melalui proses dalam pengenalan,sebab ilmu bersifat  ghaib,dan hakekat ilmu itu tidak tampak oleh mata dhohir,sedangkan yang tampak oleh mata dhohir itu bukanlah ilmu,melainkan hanyalah pengetahuan inderawi.Didalam pengetahuan inderawi terdapat berbagai macam istilah penamaan,sehingga melahirkan berbagai macam nama sesuai karakter/sifat yang tampak oleh inderawi.



Secara pengetahuan perbedaan antara tasawuf,hikmah dan kebathinan :



PENGERTIAN TASAWUF

Yaitu bersungguh-sungguh (dalam berbuat baik) dan meninggalkan sifat-sifat tercela,dengan mengutamakan penyucian hati/jiwa(Tazkiyatun Nafs).
Aslinya Tasawuf (yaitu jalan tasawuf) adalah tekun beribadah, berhubungan langsung kepada ALLAH, menjauhkan diri dari kemewahan dan hiasan duniawi, Zuhud (tidak suka) pada kelezatan, harta dan pangkat yang diburu banyak orang, dan menyendiri dari makhluk di dalam kholwat untuk beribadah.

Adapun batasan tasawuf adalah : Maka berkata Junaed : yaitu bahwa kebenaran mematikanmu dari dirimu dan kebenaran tersebut menghidupkanmu dengan kebenaran tersebut. Dan ia berkata juga : Adalah kamu bersama ALLAH tanpa ketergantungan. Beliau mengatakan bahwa:
-Masuk pada segala ciptaan yang mulya dan keluar dari segala ciptaan yang hina.
-Yaitu akhlak mulia yang tampak pada zaman yang mulia beserta kaum yang mulia.
-Bahwa kamu tidak memiliki sesuatu dan sesuatu itu tidak memiliki kamu.

Tasawuf itu dibangun atas 3 macam :

(1) Berpegang dengan kefakiran dan menjadi fakir
(2) kenyataan berkorban dan mementingkan orang lain
(3) Meninggalkan mengatur dan memilih.

PENGERTIAN ILMU HIKMAH

Ilmu hikmah adalah sebuah ilmu kebathinan dengan metode zikir dan doa, adakalanya juga dengan mantra berbahasa Arab atau campuran tetapi tidak bertentangan dengan akidah dan syari’at Islam, ditujukan untuk urusan duniawi seperti kekebalan, pangkat, karir, perjodohan, pengasihan dan lain-lain.

TATA CARA MENGUASAI TASAWUF

Maka wajiblah beramal dengan Islam, Maka tidak ada tasawuf kecuali dengan fiqih, karena kita tidak mengetahui hukum-hukum ALLAH Ta’ala yang lahir kecuali dengan fiqih. Dan tidak ada fiqih kecuali dengan tasawuf, karena tidak ada amal dengan kebenaran pengarahan (kecuali dengan tasawuf). Dan juga tidak ada tasawuf dan fiqih kecuali dengan Iman, karena tidaklah sah salah satu dari keduanya (fiqih dan tasawuf) tanpa iman. Maka wajiblah mengumpulkan ketiganya (iman, fiqih, tasawuf) .

Imam Malik berkata : Barangsiapa bertasawwuf tapi tidak berfiqih maka dia telah kafir zindiq (pura-pura beriman), dan barangsiapa yang berfiqih tapi tidak bertasawuf maka dia telah (berdosa) dan barangsiapa yang mengumpulkan keduanya (fiqh dan tasawwuf) maka dia telah benar.

Jadi Tasawwuf itu harus melalui Iman (akidah), Islam (syari’ah) dan Ihsan (Hakikat). Atau amal Syari’ah, Thoriqoh dan Hakikah.

Maka Syari’ah adalah menyembah ALLAH,
Thoriqoh adalah menuju ALLAH, dan
Hakikah adalah menyaksikan ALLAH.

Atau Syari’ah itu untuk memperbaiki lahiriah,
Thoriqoh untuk memperbaiki bathiniah (hati), dan
Hakikah untuk memperbaiki Sir (Rahasia diri).

Memperbaki anggota tubuh dengan 3 perkara : Taubat, Taqwa dan Istiqomah.
Dan memperbaiki hati dengan 3 perkara : Ikhlas, jujur dan tenang.
Dan memperbaiki Sir (Rahasia Diri) dengan 3 perkara : Muroqobah (saling mengawasi antara diri dan ALLAH), Musyahadah (saling menyaksikan antara diri dan ALLAH), dan Ma’rifah (Mengenal ALLAH secara mutlak dan jelas).

Dan terutam harus melalui Ke-Ikhlasan
Dan ikhlas itu ada 3 derajat :

(1) Derajat Awam (umumnya manusia)
(2) Khowwash
(3) Khowwasul Khowwash.

Penjelasannya:

(1) Ikhlasnya orang awam yaitu mengeluarkan makhluk dari beribadah kepada ALLAH beserta mencari bagian-bagian dunia dan akhirat. seperti menjaga badan, harta, keluasan rizki, perdagangan dan yang indah dipandang
(2) Ikhlasnya Khowwash adalah mencari bagian akhirat tanpa mencari bagian dunia.
(3) Dan ikhlasnya Khowwashul Khowwash adalah mengeluarkan bagian-bagian semuanya (dunia dan akhirat). Maka ibadah mereka adalah sebenar-benar penyembahan, dan melaksanakan tugas-tugas dari ALLAH, atau cinta dan rindu melihat-Nya.

Sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Faridh: “Bukanlah permintaanku berupa surga jannatun na’im, hanya saja aku mencintai surga untuk melihat-Mu” (kitab Iyqo-zhul Himam halaman 31-32).

TATA CARA MENGUASAI ILMU HIKMAH

Dengan puasa, zikir/wirid, amalan, doa, membaca ayat-ayat Qur’an, dengan mantra, sya’ir-syair yang dibuat para Ulama Hikmah atau yang didapat dari ilham para Ulama Hikmah atau dari ilham Ahli Tasawuf dan lain-lain

TUJUAN TASAWWUF
Tujuannya adalah Ma’rifatullah (mengenal ALLAH secara mutlak dan lebih jelas)

TUJUAN HIKMAH
Tujuannya umumnya masalah duniawi seperti kekebalan, kesaktian, pengasihan, jodoh, ramalan, pengobatan, kerejekian dan lain-lain

KEKUATAN LUAR BIASA

Kekuatan luar biasa ilmu hikmah termasuk kekuatan luar biasa Hissiah (panca indera/lahiriah) seperti berjalan di atas air, terbang di udara, melipat bumi, menimbulkan air, menarik makanan, tampaknya kegaiban dan lain-lain. Dan kekuatan luar biasa ahli tasawwuf adalah Hakikah / Ma’nawiyyah (sebenar-benarnya karomah) yaitu istiqomahnya (kontinyu) seorang hamba kepada Tuhannya dalam lahir dan bathin. Terbukanya hijab dari hatinya sehingga mengenal jelas Tuhannya. menguasai dirinya dan berbeda dengan hawa nafsunya, kuat yakinnya dan diamnya, tenang dengan ALLAH.

Imam Ibnu ‘A-tho-illah berkata : Seringkali ALLAH memberi rizki karomah (kekeramatan) pada orang yang tidak sempurna istiqomahnya.

Yang diambil pelajaran oleh Ahli Tahqiq (Ahli Tasawwuf sejati) adalah jangan mencari karomah Hissiah ini dan jangan berpaling kepadanya. Karena kadang tampak karomah Hissiah ini pada tangan orang yang tidak sempurna istiqomahnya. Bahkan kadang tampak pada tangan orang yang tidak ada istiqomah sama sekali, seperti para tukang sihir dan dukun. Dan kadang tampak pada tangan-tangan Rahib (pendeta).Dan ini bukanlah karomah tapi Istidroj.

Imam Abu Yazid Al Bustomi berkata : “Jika kamu melihat seseorang yang diberikan karomah (kekeramatan) sehingga dia dapat terbang di udara maka janganlah kamu tertipu dengannya sehingga kamu melihat bagaimana kamu mendapatkan dia melaksanakan perintah dan menjauhi larangan, menjaga batasan-batasan, dan melaksanakan syari’at”

[Kitab Iyqo-zhul Himam fii Syarhil Hikam cetakan dan terbitan Al Haromain, Jeddah karangan Al ‘Arif Billah Ahmad bin Muhammad bin ‘Ajibah Al Husni]


PENGERTIAN KEBATHINAN.

Ilmu Kebathinan adalah suatu ilmu yang mencakup antara hikmah dan tasawuf,dimana pada hakekatnya antara hikmah dan tasawuf adalah sama-sama metode untuk taqorub ilallah dengan metode-metode tertentu,hanya saja yang membedakannya dari segi agama dan tata cara pelaksanaannya.

Tasawuf dan Hikmah dikenal dalam agama Islam,sedangkan kebathinan mencakup semua agama baik secara orisinal yang bersumber dari agama ataupun yang bersumber dari budaya dan kepercayaan adat tradisional.

Namun pada hakekatnya dari semuanya tersebut tujuan utamanya adalah untuk penyucian dari:

1.AKAL/BUDHI,yaitu menyucikan akal pikirannya dari segala pemikiran yang buruk

2.RAGA/JASAD,yaitu membawa jasadnya dalam kehidupan untuk selalu berbuat kebaikan dan menghindari dari segala perbuatan buruk dan maksiat

3.HATI ,yaitu penyucian hati dengan cara selalu berprasangka baik ,menerima segala ketetapan yang terjadi dengan berprasangka baik terhadap Sang Pencipta,tidak iri,dengki,riya,takabur,dll.

4.SUKMA/ROH,yaitu dengan menuruti apa yang dikehendaki melalui kata hati nurani,karna pada hakekatnya ROH adalah fitrah/suci dan selalu membisikan kebaikan didalam hati.

5.RASA,yaitu qana'ah,menerima segala rasa  yang dialami dalam kehidupan,baik kejadian suka atau duka dengan rasa senang hati,tiada mengeluh,sabar,berprasangka baik dan selalu bersyukur kepada-NYA.


Namun tidak menutup kemungkinan banyak yang mengalami kegagalan dipertengahan jalan,karna bujuk rayu dari syetan/hawa napsunya terhadap duniawi baik itu dari segi hikmah,tasawuf dan kebathinan.Dikarenakan suatu karomah atau sesuatu yang luar biasa diluar nalar yang dapat dilakukan olehnya,sehingga pada akhirnya mencari ketenaran dan mengejar duniawi dan segala ambisi yang timbul dalam dirinya.

Suatu ilmu yang benar-benar pada tujuan kebathinan (tasawuf dan hikmah) merupakan penyatuan penyucian dari kelima unsur (akal,jasad,hati,roh dan rasa) tiada lagi banyak berucap kata,namun apa yang diucapkan adalah kebenaran dan sesuatu yang nyata bisa terjadi.
Hubungan bathin merupakan kontak dari ROH suci dirinya secara nyata terhadap Sang Penciptanya.
Dan secara nyata mengenal hakekat dirinya sendiri,siapakah dirinya?...yang manakah muhammad dalam dirinya,para nabi,sahabat dan Sang Maha Hidup yang menghidupkan dalam dirinya.
Sehingga setiap perilakunya dalam segala kondisi akan merasakan ihsan dan kemanunggalan kepada ALLAH SWT.Akan tumbuh rasa Khauf(takut) bila berprilaku yang melanggar agama.

SEMOGA BERMANFAAT PENJELASAN TAMBAHAN DARI SAYA
SALAM.....




0 komentar:

Posting Komentar

"Silahkan berkomentar yang baik, dan lebih mendekati pada kebenaran"



Semua Manusia akan rusak,kecuali yang Berilmu... Orang yang berilmu pun akan rusak ,kecuali orang yang beramal... Orang yang beramal juga akan rusak ,kecuali orang yang Ikhlas (Imam Al-Ghozali)