content top



Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan

NASEHAT KELUHURAN AKHLAQ


1.Kalau mau menelusuri, sebetulnya tidak sedikit pelajaran dan petuah bijak yang kita dapatkan dari orang-orang yang pekerjaannya menghina sebab tidak suka dengan kita, dari pada teman dekat yang selalu memuja/menyanjung. Maka ingatlah penghinaan itu bisa membangkitkan kita untuk meluruskan perjalanan hidup, sedangkan dipuja/disanjung dapat mengakibatkan kita terlena.
 
2.Sewaktu kamu dimarahi orang dengan sengit (jelek), jangan dibalas seketika dengan ucapan jelek. Lebih baik tanggapi dengan perbuatan yang baik dan sabar. Sebab dengan perbuatan yang seperti itu kamu bisa mengendalikan watak yang emosional, mengalahkan sifat iblis dalam diri kita.
 
3.Dimana tempatnya rasa puas dan ketentraman? Sangat sulit menempatkan rasa, sampai tidak ada orang yang bisa merasakan puas dan tentram dalam hidupnya. Maka dari itu kita harus selalu bersabar. Jangan pernah ada rasa iri dan dengki, supaya pikiran jelek bisa selalu tersingkirkan.
 
4.Seumpama kamu belum mengerti dengan permasalahan dianggap tidak baik , jangan dahulu memperlihatkan rasa bencimu, besarnya sampai membalas ucapannya dan mengeluarkan kata-kata menghina. Pertama ketahuilah bahwa pikiran manusia selalu berfikir dan berubah-ubah.
 
"Apa yang kamu kira jelek dan kamu benci itu suatu saat bisa berubah jadi kamu senangi, dan bisa berbalik jadi tempat untuk menggantungkan hidupmu."
 

5.Membicarakan kejelekan orang  sebenarnya hanya untuk memperlihatkan kebaikan dirinya sendiri. Yang diajak berbicara orang bodoh, keinginan yang seperti itu pasti terlaksana. Tetapi untuk seorang mursyid (guru) orang yang membersihkan diri dengan sarana mengunakan air yang kotor malah semakin menunjukkan aibnya.
 
6.Jangan pernah menunjuk-nunjukkan semua kelebihanmu, apalagi menunjukkan ketekunan dan kepandaianmu. Kalau kamu dalam menunjukkan kepandaian diri hanya sebatas di mulut tanpa bukti, suatu saat dirimu jadi tidak ada harganya. 

"Lebih baik ikuti simbolnya “padi” yang semakin isi dan berisi semakin merunduk. Padi yang menengadah menunjukkan kalau kosong momplong tanpa isi."
 

7. Kedaaan dunia ini tidak pernah tetap, selalu berubah-ubah. Kalau kita lagi mendapatkan kekayaan dan pangkat derajat, jangan pernah merasa “Siapa Kamu dan Siapa Saya...!!!” yang selalu menunjukkan kekuasaannya bertindak semaunya pada sesamanya. Ingatlah kalau harta itu mudah habis. Kedudukan (pangkat) bisa lepas sewaktu-waktu.
 
8. Betapa indahnya sewaktu orang yang lagi mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan haruslah selalu ingat, besarnya selalu bersyukur kepada yang selalu memberi. Maka ingatlah kalau prilaku seperti itu selain bisa mengingatkan watak curiga juga melatih rasa menyadari kalau orang dilahirkan didunia ini sebenarnya hanya jadi perantara ikut berbagi, untuk mencapai kelestarian bumi.
 
9. “Merasa serba ada” dan “Serba ada perasaan” itu jelas tertulis hanya dibolak-balik. Arti sebenarnya seperti bumi dan langit. 

Yang pertama menunjukkan watak mengagung-agungkan diri, bengis setiap langkahnya, kikir, dan kalau ingin meraih keinginan tidak memperhatikan prilaku jelek semuanya dilanggar. 

Dan yang kedua, perbuatannya selalu penuh dengan welas asih, bijaksana di setiap langkah, merasa berdosa sewaktu berbuat merugikan orang.
 

10. Berteman, persaudaraan sampai datangnya perjodohan itu kalau satu dan satunya bisa saling asuh-mengasuh, istiqharoh bisa semakin baik. Kalaupun ada perselisihan sekali dua kali itu sudah biasa, bisa menambah eratnya pertalian persaudaraan. Tetapi sebaliknya kalau sama-sama susah menempatkan sifat saling asuh-mengasuh itu jelas bakal langka kelanjutannya, berbeda pendapat sedikit saja bisa membuat perselisihan.
 
11. Tenggang rasa dan intropeksi itu jadi penerang jalan dalam menggapai keselamatan, sebagai pusaka (benteng diri) hidup kita, dapat mendekatkan pada rasa kasih sayang dan menjauhkan watak iri dan sewenang-wenang pada sesama. 

"Selalu intropeksi artinya tahu akan kekurangan dan cela diri kita, sehingga akhirnya tumbuh keinginan memperbaiki bagaimana baiknya."
 

12.Orang yang tidak pernah merasakan prihatin (kesusahan) tidak akan mendapatkan rasa sejati yang menimbulkan datangnya rasa iba dan kasih sayang lahir batin. Orang yang sudah pernah merasakan prihatin (kesusahan), lebih dapat merasakan penderitaan orang lain. Maka biasanya lebih mengerti dan suka memberi pertolongan yang lagi mendapat kesusahan.
 
13. Ucapan yang kurang baik yang terucap hanya suatu sebab desakkan kekuatan hawa nafsu itu, memang seketika bisa membuat rasa puas. Tetapi setelah itu dapat memberi rasa menyesal dan menyalahkan pada diri sendiri, yang selalu menganggu ketentraman pikiran dan hati. 
Berbicara sedikit tetapi berfikir luas, maka sebagai manusia telah bisa memberi ketentraman dan rasa sangat puas yang besar.
 
14. Kita ini selain mempunyai badan jasmani dan panca indra, satu lagi kita juga mempunyai hati nurani. Kepunyaan kita ini tidak dapat dilihat, tidak bisa diraba, tetapi selalu mengingatkan kepada kebenaran kalau sedang mengalami kealpaan dan angan-angan yang kurang baik, jikalau diteruskan mempunyai keinginan melakukan perbuatan kurang baik. 

"Berhati-hatilah, harus bisa mendengarkan suara hatimu, sebab itu yang mengajak setiap prilakumu menuju jalan keselamatan hidup." 
 

15.Pengetahuan dan ilmu pengetahuan itu hanya bisa diraih dan dikuasai dengan laku yang selaras dengan apa yang diajarkan. Intinya adalah pelajaran teori harus bisa dilaksanakan dan dipratekkan untuk kemuliaan kehidupan. Oleh sebab itu caranya harus dibarengi tekad yang bulat dan keinginan yang tulus dan mantap serta dengan berbekal keteguhan iman, untuk menghadapi semua godaan serta menyingkirkan sikap perbuatan yang tidak pada tempatnya.
 
16.Satu-satunya jalan supaya tercapainya sebuah keinginan, yaitu bekerja yang dibekali dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa apa yang diharapkan pasti jadi. Kalau hanya berhenti pada gagasan/ide dan kuatnya keinginan saja, tanpa berbuat dan bekerja sebagai sarana pengganti, hasilnya juga tidak berbeda seperti orang yang bermimpi. Celakanya lagi kalau hanya mengarang-arang, akhirnya jadi malas bekerja dan takut merepotkan.
 
17. Tidak ada pekerjaan yang lebih mulia selain beramal yang juga bisa berarti membantu mencukupi kekurangan kebutuhan orang lain. 

"Bersedekah pada sesama itu berarti juga membantu diri sendiri melatih pada rasa tulus dan ikhlas yang juga berarti berbakti pada Tuhan Yang Maha Penyayang. 

Memang berbakti sudah berarti pasrah, jadi jangan pernah berharap kembali apa yang telah kita sumbangkan. 

Semua itu milik Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita tidak kuasa berharap buahnya persembahan untuk diri kita pribadi. 

Berbuat kebaikan dengan beramal hukumnya wajib tetapi memetik buahnya kebaikan kita tidak berhak."
 

18.  Menggapai kemulian berarti berusaha mencapai tahapan hidup yang lebih tinggi.  Tinggi di lahir dan juga di batin. Intinya yang bermanfaat untuk diri pribadi, dan juga untuk semua kehidupan. Siapa yang hanya mengapai kemuliaan lahiriyah, berarti hanya memburu derajat/pangkat, belum bisa dikatakan lurus hidupnya. Demikian halnya siapa yang hanya menggapai keutamaan bathin, berarti tidak sesungguhnya tampil sebagai manusia di alam dunia yang harus bekerja untuk kelestarian alam.
 
19.Segala macam rahasia yang jelek dan baik kalau masih kamu simpan dan disembunyikan dengan rahasia di dalam hati selamanya masih tetap menjadi temanmu. Akan tetapi kalau sudah kamu perlihatkan sedikit saja akan jadi tuanmu yang menginjak-injak kepalamu. Seandainya hanya menyimpan rahasia kita sendiri itu sudah berat, apa lagi kalau dipercaya menyimpan rahasianya orang lain. Yang sudah jelas akan menambahi beban yang sebenarnya bukan merupakan kewajiban kita untuk ikut memelihara.
 
20.Siapapun akan mempunyai rasa hormat pada orang yang selalu kelihatan bersuka cita dan terang perangainya, meskipun orang itu baru saja mengalami kesusahan atau mendapatkan cobaan hidup. Sebaliknya, orang yang selalu kelihatan susah sering ngomel dan mengumpat, sebab tidak tercapai keinginannya, jelas akan kehilangan kekuatan batin dan tenaganya, jangan berharap mendapatkan pertolongan malah akan di jauhi teman dan kerabat.


KEBANGKITAN DARI ALAM KUBUR

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Allah SWT.berfirman : “Hai Israfil, berdirilah dan tiuplah sangkakala dengan tiupan kebangkitan.” Maka ditiuplah sangkakala dan dia berseru : “Hai ruh-ruh yang telah keluar, tulang-tulang yang hancur, jasad-jasad yang busuk, otot-otot yang terputus, kulit-kulit yang telah tercabik-cabik dan rambut-rambut yang rontok, bangkitlah kalian dengan perintah Allah.” Maka bangkitlah mereka sesuai perintah Allah SWT, sesuai dengan firman-Nya :

“Maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing.” (QS. Az-Zumar :68)

Mereka sama-sama melihat ke langit yang benar-benar telah bergoncang dan bumi telah diganti, unta-unta yang hamil jadi terlantar, hewan yang liar dikumpulkan, lautan menjadi bergelombang (berombak), nafas-nafas telah dikumpulkan, malaikat Zabaniyah telah didatangkan, matahari telah dimatikan, mizan (neraca amal) telah dipasang dan surga telah didekatkan. Pada hari itu setiap jiwa (manusia) akan tahu semua amalnya (di dunia). Allah SWT berfirman :

“Mereka berkata : “Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami?” (QS. Yaasiin : 52)

Maka orang-orang mukmin menjawab :

“Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul(Nya).” (QS. Yaasin : 52)

Maka keluarlah para makhluk dari kuburnya dalam keadaan telanjang. Rasullulah SAW pernah ditanya tentang makna firman Allah SWT :

“(Yaitu) hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok.” (QS. An-Naba’ : 18)

Maka menangislah Rasulluah SAW mendengar pertanyaan itu, kemudian beliau bersabda : “Hai orang yang bertanya, engkau menanyakan kepadaku tentang perkara yang agung, sesungguhnya pada hari kiamat beberapa kaum dari umatku digiring ke padang Mahsyar terbagi menjadi 12 macam :

1. Mereka dikumpulkan dengan rupa kera (monyet), mereka adalah manusia tukang fitnah. Allah SWT berfirman :

“Dan fitnah itu lebih besar (dosanya) daripada pembunuhan.” (QS. Al-Baqarah :191)

2. Mereka dikumpulkan dengan rupa babi hutan, mereka adalah orang yang suka memakan barang haram. Firman Allah SWT :

“Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengarkan berita bohong dan memakan barang-barang haram.” (QS. Al-Maidah : 42).

3. Mereka dikumpulkan dalam keadaan buta (tidak bisa melihat), mereka dari golongan manusia, yaitu orang-orang yang melanggar hukum agama dan tidak adil dalam memberi putusan hukum. Allah SWT berfirman :

“Dan apabila kalian memutuskan hukum di antara manusia, hendaklah kalian putuskan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisaa' : 58).

4. Orang-orang yang dikumpulkan dalam keadaan bisu (tidak bisa bicara) dan tuli (tidak bisa mendengar), yaitu orang-orang yang menyombongkan diri dengan amal perbuatannya. Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membangga-banggakan diri.” (QS. An-Nisaa' : 30)

5. Orang-orang yang dikumpulkan dari mulutnya mengalir nanah dan menggigit lisannya sendiri, mereka adalah ulama yang ucapannya berbeda dengan perbuatannya. Firman Allah SWT :

“Mengapa kamu perintahkan kepada orang lain untuk mengerjakan kebajikan, sedangkan kamu sendiri melupakannya.” (QS. Al-Baqarah : 44).

6. Orang-orang yang dikumpulkan dengan jasad yang terkena luka bakar, mereka adalah orang yang bersaksi bohong.

7. Orang-orang yang dikumpulkan dalam keadaan telapak kakinya berada di dahi dan diikat pada ubun-ubunnya, mereka ini baunya lebih busuk daripada bangkai, mereka adalah orang-orang yang menuruti hawa nafsu dan keenakan dan berbuat sesuatu yang diharamkan. Sebagaimana firman Allah SWT :

“Mereka itu adalah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat.” (QS. Al-Baqarah : 80)

8. Orang-orang yang dikumpulkan dengan keadaan seperti orang mabuk yang jatuh ke kanan dan ke kiri, mereka adalah orang-orang yang mencegah hak Allah. Allah SWT berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah dari kebajikan-kebajikan yang telah kalian lakukan.” (QS. Al- Baqarah : 207).

9. Orang-orang yang dikumpulkan dengan memakai celana yang terbuat dari tembaga, mereka adalah orang-orang yang tidak menjauhi ghibah (membicarakan kejelekan orang lain. Allah SWT berfirman :

“Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu mengguncingkan sebagian yang lain.” (QS. Al-Hujarat : 12).

10. Orang-orang yang dikumpulkan dengan lidah yang keluar dari tengkuk, mereka adalah orang-orang yang suka mengadu domba.

11. Orang-orang yang dikumpulkan dalam keadaan mabuk, mereka adalah orang-orang yang membicarakan masalah dunia di dalam masjid. Allah SWT berfirman :

“Dan sesungguhnya masjid itu hanyalah milik Allah.” (QS. Al-Jin : 18)

12. Orang-orang yang dikumpulkan dengan bentuk babi hutan, mereka adalah orang yang makan riba. Firman Allah SWT :

“Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda.” (QS. Ali-Imran :130)

Dalam hadits yang lain dari Mu’adz bin Jabal ra : Dari nabi SAW beliau bersabda : Ketika datang hari kiamat, hari kepayahan dan penyesalan, Allah mengumpulkan umatku dari kubur mereka dengan 12 macam :

1. Orang yang dibangkitkan dari kuburnya tanpa tangan dan tanpa kaki, maka terdengar seruan dari sisi Ar-Rahman (Dzat Yang Maha Pemurah) : “Mereka adalah orang-orang yang menyakiti hati tetangganya, mereka mati dan tidak bertaubat, maka inilah balasan bagi mereka, dan tempat kembali mereka pada neraka.” Allah SWT berfirman :

“Dan tetangga yang dekat dan yang jauh dan sahabat-sahabat jauh.” (QS. An-Nisaa’ : 36)

2. Orang-orang yang dibangkitkan dari kuburnya dengan rupa hewan seperti babi, maka terdengar seruan dari sisi Ar-Rahman : “Mereka adalah orang-orang yang menyepelekan/melalaikan shalat, mereka mati dan tidak bertaubat, maka inilah balasan bagi mereka dan tempat kembali mereka pada neraka.” Allah SWT berfirman :

“Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, yaitu mereka yang lalai dalam shalatnya.” (QS. Al-Ma’uun : 4-5)

3. Orang-orang yang dibangkitkan dari kuburnya dan perutnya seperti gunung yang dipenuhi ular dan kalajengking, mereka itu seperti keledai, maka terdengarlah seruan dari Ar-Rahman : “Mereka adalah orang-orang yang mencegah zakat, mereka mati dan tidak bertaubat, maka inilah balasan bagi mereka dan tempat kembali mereka pada neraka.” Allah SWT berfirman :


“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, bahwa mereka akan mendapat adzab yang pedih. Pada suatu hari emas dan perak itu dipanaskan di atas neraka Jahannam.” (QS. At-Taubah : 34-35)

Kemudian Allah jadikan dengan setiap keping emas itu menjadi satu papan dari api. Sebagaimana firman Allah SWT :

“Maka diseterikalah kening mereka, lambung dan punggung mereka dengan papan tersebut, kemudian dikatakan kepada mereka : “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang apa yang telah kalian simpan ini.””

4. Orang-orang yang dibangkitkan dari kuburnya mengalir darah dari mulutnya, ususnya keluar (nglembreh) ke bumi dan dari mulutnya keluar api. Maka terdengarlah nida’ dari sisi Ar-Rahman : “Mereka adalah orang-orang yang berbohong dalam jual beli, mereka mati dan tidak bertaubat, maka inilah balasan bagi mereka dan tempat mereka kembali pada neraka.” Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji(nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit.” (QS. Ali-Imran : 77)

5. Orang-orang yang dibangkitkan dari kuburnya dengan bau yang lebih busuk daripada bangkai, maka terdengarlah nida’ dari sisi Ar-Rahman : “Mereka adalah orang-orang yang menyimpan beberapa kemaksiatan dengan sembunyi-sembunyi (rahasia) dari hadapan manusia, mereka tidak takut kepada Allah, mereka mati dan tidak bertaubat, maka inilah balasan bagi mereka dan tempat mereka kembali pada neraka.” Allah SWT berfirman :

“Mereka sembunyikan perbuatan itu dari hadapan manusia, akan tetapi mereka tidak takut kepada Allah.”

6. Orang-orang yang dibangkitkan dari kuburnya dengan keadaan tenggorokannya terputus dari tengkuk leher. Maka terdengar nida’ dari sisi Ar-Rahman : “Mereka adalah orang-orang yang bersaksi palsu dan bohong, mereka mati dan tidak bertaubat, maka inilah balasan bagi mereka dan tempat mereka kembali pada neraka.” Allah SWT berfirman :

“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan, memberikan kesaksian palsu.” (QS. Al-Furqan : 72)

7. Orang-orang yang dibangkitkan dari kuburnya tidak punya lisan, yang dari mulutnya mengalir darah dan nanah. Maka terdengar nida’ dari sisi Ar-Rahman : “Mereka adalah orang-orang yang mencegah kesaksian benar, mereka mati dan tidak bertaubat, maka inilah balasan bagi mereka dan tempat mereka kembali pada neraka.” Allah SWT berfirman :

“Dan jangan kalian sembunyikan persaksian (yang benar) dan barang siapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang hatinya berdosa.” (QS. Al-Baqarah : 283).

8.Orang-orang yang dibangkitkan dari kuburnya sambil menundukkan kepalanya dan kakinya berada di atas kepalanya, dari farjinya mengalir sungai berupa nanah. Maka terdengarlah nida’ dari sisi Ar-Rahman : “Mereka adalah orang-orang yang berbuat zina, mereka mati dan tidak bertaubat, maka inilah balasan bagi mereka dan tempat mereka kembali pada neraka.” Allah SWT berfirman :

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah termasuk perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa’ : 32).

9. Orang-orang yang dikumpulkan dari kuburnya dengan wajah yang hangus dan berwarna hitam, mata yang melotot dan perutnya penuh dengan api. Maka terdengarlah nida’ dari sisi Ar-Rahman : “Mereka adalah orang-orang yang memakan harta anak yatim dengan zhalim, mereka mati dan tidak bertaubat, maka inilah balasan bagi mereka dan tempat mereka kembali pada neraka.” Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim, sebenarnya itu memakan api dalam perut-perut mereka dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala itu (neraka).” (QS. An-Nisaa’ : 10)

10.Orang-orang yang dibangkitkan dari kuburnya dengan keadaan sakit lepra dan kusta. Maka terdengarlah nida’ dari sisi Ar-Rahman : “Mereka adalah orang-orag yang berani (durhaka) pada kedua orangtuanya, mereka mati dan tidak bertaubat, maka inilah balasan bagi mereka dan tempat mereka kembali pada neraka.” Allah SWT berfirman :

“Dan sembahlah Allah dan janganlah engkau mempersekutukan sesuatu dengan-Nya dan berbuat baiklah pada kedua orang tuamu.” (QS. An-Nisaa’ : 36).

11.Orang-orang yang dibangkitkan dari kuburnya dengan keadaan buta mata hatinya, giginya seperti tanduk sapi dan bulu matanya menjulur sampai dadanya, lisannya menjulur sampai perutnya, dan dari perutnya keluar kotoran. Maka terdengarlah nida’ dari sisi Ar-Rahman : “Mereka adalah orang-orang yang minum khamer (arak), mereka mati dan tidak bertaubat, maka inilah balasan bagi mereka dan tempat mereka kembali pada neraka.” Allah SWT berfirman :

“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minum khamer, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syetan.” (QS. Al-Maidah : 90).

12. Orang-orang yang dibangkitkan dari kuburnya dan wajahnya bagaikan bulan pada malam Lailatul Qadar, maka mereka melewati Shirat (jembatan) bagaikan kilat yang menyambar. Maka terdengarlah nida’ dari sisi Ar-Rahman : “Mereka adalah orang-orang yang beramal saleh, mencegah perbuatan maksiat, menjaga shalat lima waktu dengan berjamaah, mereka mati dalam taubat, maka inilah balasan bagi mereka adalah surga, maghfiroh, keridhaan, rahmat dan nikmat Allah, karena keridhaan mereka kepada Allah dan Allah pun ridha kepada mereka.” Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka beristiqomah (meneguhkan pendirian mereka), maka turun kepada mereka malaikat (dengan mengatakan) : “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih ; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fushshilat : 30)


[Dikutip dari kitab DAQOIQUL AKHBAR]



SURGA DAN NERAKA NIKMAT




Sesungguhnya kehidupan didunia ini penuh dengan jalan kenikmatan
Semua kenikmatan telah membawa manusia kepada sesuatu yang disukainya
Sehingga ia akan berusaha dengan segenap kemampuannya untuk mencapai tujuan yang diinginkannya
Ajang perlombaan dan perebutan disegala aspek kehidupan selalu dijadikan hasrat

Sesungguhnya Menang dan kalah sama-sama tipuan dalam kehidupan
Sebab kemenangan didunia merupakan kekalahan diakherat
Dan kekalahan didunia merupakan kehancuran diakherat
Akhirnya yang menang dan kalah sama-sama menjadi penghuni api yang membara

Suatu pelajaran tentang surga dan neraka  terdapat didalam  semua agama didunia ini
Namun dengan adanya dogma tersebut semakin membuat manusia berusaha menentang dogma tersebut
Pertentangan  semakin meruncing hingga membuat manusia berlomba-lomba diantara dua pilihan
Ada sebagian manusia memilih jalan surga,ada sebagian manusia memilih jalan neraka
Dan Ada juga diantara mereka yang tidak memilih diantara keduanya

Semua jalan tersebut nikmat
Sebab kehidupan ini memanglah nikmat
Ketika kita bisa melihat maka itu adalah kenikmatan mata
Ketika kita bisa mendengar maka itu adalah kenikmatan pendengaran
Ketika kita bisa berbicara maka itu adalah kenikmatan berkata-kata

Ketika manusia disibukkan beribadah maka itu adalah kenikmatan penghambaan
Ketika manusia disibukkan dengan maksiat maka itupun kenikmatan penghambaan

Hidup manusia adalah penghambaan
Beraneka ragam penghambaan yang dilakukan manusia
Ada yang menjadi hamba penglihatan
Ada yang menjadi hamba pendengaran
Ada yang menjadi hamba ucapan
Ada yang menjadi hamba pemikir
Ada yang menjadi hamba syahwat
Ada yang menjadi hamba kekuatan
Dan semua tujuan penghambaan itu untuk memenuhi kesenangan

Kenapa kodrat penciptaan menjadi terbalik ?
Ataukah mungkin dunia yang sudah terbalik ?
Dan manusia sekarang berada diposisi yang paling bawah ?

Ketika awal manusia tercipta
Sang Pencipta telah membekali ilmu  kemakrifatan
Sehingga manusia lebih mengetahui dan lebih mengenal melebihi para malaikat
Sehingga para malaikat sujud kepada manusia
Karna pada hakekatnya tingkat kemakrifatan manusia melebihi para  malaikat

Malaikat selalu taat dan setia pada kebenaran
Sebab malaikat tidak tahu yang namanya kejahatan
Tetapi manusia mengetahui keduanya
Para malaikat tidak mengetahui yang namanya surga dan neraka
Mereka hanya tahu bahwa itu suatu tempat akhir kembalinya manusia..........

Dengan kemakrifatannya itulah manusia bebas menentukan jalannya
Yaitu dua jalan yang sama-sama penuh kenikmatan
Kenikmatan merupakan hasil dari perbuatan manusia
Surga dan neraka merupakan upah atas perilaku manusia

Dalam kompetisi hidup didunia
Manusia pun akhirnya sibuk mencari upah atas segala perilakunya
Upah yang selalu diutamakan
Upah yang menjadi patokan
Upah yang menjadi manusia menyombongkan diri
Upah pula yang menjadikan manusia merendahkan dirinya

Pengharapan manusia selalu tertuju pada iming-iming  dan bonus dari upah
Entah kemanakah perginya sang keikhlasan ?
Entah dimanakah bersembunyinya sang keridhoan ?
Entah bersemayam dimana perbuatan tanpa embel-embel ?
Ternyata semuanya hilang tersapu angin

Seolah-olah badan kita ini bersih
Namun sedang berjalan diatas jalan berlumpur
Setiap hari beribadah disertai oleh pamrih diujung niat
Sehingga terkesan mendikte kepada Sang Pencipta
Untuk memberikan semua apa yang kita minta.............................




Semua Manusia akan rusak,kecuali yang Berilmu... Orang yang berilmu pun akan rusak ,kecuali orang yang beramal... Orang yang beramal juga akan rusak ,kecuali orang yang Ikhlas (Imam Al-Ghozali)