content top



Tampilkan postingan dengan label TAFSIR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TAFSIR. Tampilkan semua postingan

Slide Show Album Gambar



Dibawah ini merupakan Album gambar yang berisi ayat-ayat dan hadist,serta makna yang terkandung dibalik setiap gambar.
Semoga bermanfaat dan dapat memberi ilham bagi anda yang mau berpikir........



SERAT PEPALI



1. Jalma luwih medharken mamanis,
Kang cinatur Kitab Tafsir Alam.
Tinetepan umpamane:Ingkang segara agung,
Lawan papan kang tanpa tulis,
Tunjung tanpa selaga,
Sapa gawe iku? 
Kalawan jenenging Allah.
Lan Muhammad anane ana ing endi?
Ywan sirna ana apa?

Artinya:

Manusia terpilih membentangkan perihal yang sedap
Yang dibicarakan dalam Kitab Tafsir Alam.
Dinyatakan misalnya:/Samudera besar,
Dan tempat yang tak bertulis,
Teratai yang tak berkuncup,
Siapa yang membuat?
Dan nama Allah
Dan Muhammad dimana adanya?
Bila lenyap apa yang masih ada?


2. Damar murup tanpa sumbu nenggih,
Godhong ijo ingkang tanpa wreksa,
Modin tan ana bedhuge,
Sentek pisan wus rampung,
Tanggal pisan purnama sidi,
Panglong grahana lintang, Iku semunipun, Kang sampun awas ing cipta.
Aja sira katungkul maca pribadi,
Takokna kang wus wignya.

Artinya:

Pelita menyala tak bersumbu,
Daun hijau tak berpohon,
Muazin tak ada beduknya,
Sekali tarik sudah tamat,
Tanggal satu bulan purnama,
Panglong gerhana bintang,
Itulah lambang,
Manusia yang sudah waspada akan ciptanya.
Jangan selalu membaca sendiri saja.
Tanyakanlah kepada yang sudah tahu.


3. Lawan sastra adi kang linuwih,
Lawan Kur’an pira sastra nira,
Estri priyadi tunggale, 
Lawan ingkang tumuwuh, 
Sapa njenengaken sireki? 
Duk sira palakrama, Kang ngawinken iku? 
Sira yen bukti punika, 
Sapandulang yen tan weruha, sayekti. 
Jalma durung utama.

Artinya:

Dan sastra indah-utama berapa jumlahnya,
Kitab Al-Quran berapa sastranya,
Perempuan dan laki-laki utama ada berapa jodohnya?
dan berapa jumlahnya yang tumbuh?
Siapa yang memberi nama kepadamu?
Waktu kamu kawin.
Siapa yang mengawinkan?
Kalau makan siapa yang menyuapi?
Jika belum mengetahuinya sebenarnya
Belum menjadi manusia yang utama.


4. Lawan angangsu pikulan warih,
Amek geni pan nganggo dedamar,
Kodhok angemuli lenge,
Rangka manjing ing dhuwung,
Miwah baita mot ing jladri,
Kuda ngrap ing pandengan.
Lan gigiring punglu,
Tapake kuntul anglayang,
Kakang mbarep miwah adhine wuragil. 
Tunjung tanpa selaga.

Artinya:

Mencari air membawa sepikul air,
Mencari api membawa pelita (damar),
Katak menyelubungi liangnya,
Sarung masuk ke dalam keris,
dan sampan berisi samudera,
Kuda melonjak dimuka pandangan,
Punggung peluru, dimana?
Bekas kuntul yang melayang-layang,
Kakak si sulung, adik si bungsu,
Teratai tak berselaga.


5. Lawan siti pinendhem ing bumi,
Miwah tirta kinum jroning toya,
Lawan srengenge pinepe,
Lawan geni tinunu,
Pan walanjar dereng akrami,
Prawan adarbe suta,
Ndhog bisa kaluruk,
Jejaka rabine papat,
Pan wong mangan saben dina-dina ngelih,
Lawan mangan sapisan (pan wus marem).

Artinya:

Dan tanah tertanam dalam bumi,
Atau air terendam dalam laut,
Matahari dijemur,
Dan api terbakar ,
Janda belum pernah kawin,
Dara (gadis) berputera,
Telur dapat berkokok,
Bujang beristeri empat,
Orang makan sehari-hari lapar,
Dan makan sekali (sudah puas).


1. Simbolisme ‘Samudera Besar’

Bait yang berbunyi ingkang segara agung (samudera besar), dijelaskan maknanya sebagai berikut:

Ingkang samodra agung, Tanpa tepi anerambahi. Endi kang aran Allah? Tan roro tetelu. Kawulane tanna wikan, Sirna luluh kang aneng datu’llah jati, Aran sagara Purba.

(Samudera besar yang tak bertepi, meresapi seluruh alam. Manakah yang disebut Allah? Tak ada lainnya (dua atau tiga). Makhluknya tak ada yang menyadari, Karena musnah terlarut dalam zat Allah sejati, Yang disebut Lautan Purba.)


2. Simbolisme ‘Tempat tak Bertulisan’

Bait lawan papan kang tanpa tulis (dan tempat yang tak bertulis) dijelaskan maknanya dalam pepali berikut ini:

Ana papan ingkang tanpa tulis. Wujud napi artine punika, Sampyuh ing solah semune, Nir asma kawuleku, Mapan jati rasa sejati. Ing njro pandugeng taya. Marang Ing Hyang Agung. Pangrasa sajroning rasa, Sayektine kang rasa nunggal lan urip,Urip langgeng dimulya.

(Ada tempat yang tak bertulisan. Kosong mutlak artinya itu, Dalamnya lenyap terlarut segala gerak dan semu. Hapus sebutan Aku karena Masuk kedalam inti rasa sejati, Didalam tiada bangun (sadar) Kediaman Hyang Agung Perasaan masuk kedalam rasa, Sebenarnya rasa sudah bersatu dengan hidup, Hidup kekal serba nikmat).


3. Simbolisme ‘Teratai Putih tak Berkelopak’

Bait tunjung tanpa selaga (teratai tak berkelopak) dijelaskan maknanya sebagai berikut:

Sasmitane ingkang tunjung putih
Tanpa slaga inggih nyatanira
Rokh ilafi satuhune
Datullah ananipun
Yeku sabda ingkang arungsit.
Iku pan bangsa cipta,
Hananira iku.
Tandha kang darbe pratandha.

(Isyarat teratai putih
Tak berkelopak adalah kenyataan.
Ruh ilafi sebenarnya.
Itu adanya datullah,
Itu, sabda yang sangat pelik.
Itu kan perihal cipta,
Yang disebut itu.
Sifat yang memiliki segala sifat.)


4. Simbolisme ‘Lampu Menyala tanpa Sumbu’

Bait damar murup tanpa sumbu nenggih (lampu menyala tanpa sumbu) dijelaskan artinya sebagai berikut:

Damar murup tanpa sumbu nenggih
Semunira urup aneng Karsa.
Dat mutlak iku jatine!
Anglir tirta kamanu,
Kadi pulung sarasa jati.
Puniku wujud tunggal,
Aranira iku.

(Lampu menyala tanpa sumbunya
Itu lambang nyala pada Kehendak.
Dat Mutlak itu sebenarnya!
Sebagai air yang bercahaya,
Wahyu kesatuan dengan rasa sejati.
Itulah bentuk tunggal,
Yang disebut itu.)


5. Simbolisme ‘Daun Hijau tak Berpohon’

Bait Godhong ijo ingkang tanpa wreksa (daun hijau tak berpohon) dijelaskan Ki Ageng Selo sebagai berikut:

Godhong ijo tanpa wreksa iki,
Semunira ing masalah ing rat,
Lah iya urip jatine.
Dudu napas puniku,
Dudu swara lan dudu osik,
Dudu paningalira,
Dudu rasa perlu,
Dudu cahya kantha warna,
Urip jati iku, nampani sakalir,
Langgeng tan kena owah.

(Daun hijau yang tak berpohon,
Itu lambang masalah alam.
Yaitu hidup sejatinya.
Bukan nafas itu,
Bukan suara dan bukan gerak batin,
Bukan pemandangan,
Dan bukan rasa syahwat,
Bukan cahaya, bangun atau warna.
Itulah hidup sejati, yang menerima segala persaksian,
Kekal tak ada ubahnya.)

6. Simbolisme ‘Muazzin tanpa Bedug’

Bait Modin tan ana bedhuge (muazzin tanpa bedug) dijelaskan Ki Ageng Selo sebagai berikut:

Pasemone kang modin puniki,
Pan bedhuge muhung aneng cipta,
Iya ciptanira dhewe.
Pan ingaken sulih Hyang Widi.
Cipta iku Muhammad,
Tinut ing tumuwuh.
Wali, mukmin datan kocap.
Jroning cipta Gusti Allah ingkang mosik,
Unine: rasulullah.
Lamun meneng Muhammad puniki,
Ingkang makmum apan jenengira.
Dene ta genti arane,
Yen imam Allah iku,
Ingkang makmum Muhammad jati.
Iku rahsaning cipta,
Sampurnaning kawruh.
Imam mukmin pan wus nunggal,
Allah samar Allah tetep kang sejati,
Wus campuh nunggal rasa.

(Yang dilambangkan oleh muazzin itu,
Karena akal berperanan bedug juga,
Ialah akalmu sendiri.
Akan tetapi kamu itu
Sebenarnya mewakili Hyang Widi juga.
Akal itu Muhammad,
Pemimpin hidupmu.
Wali, mukmin tak disebut,
Dalam akal Tuhan Allah yang bergerak,
Katanya: rasulullah.
Dalam ketenangan Muhammad itu,
Yang makmum ialah kamu sendiri.
Sebaliknya pada yang disebut,
Allah sebagai imam
Yang makmum ialah Muhammad sejati.
Itulah inti-sari akal,
Kesempurnaan ilmu.
Imam mukmin sudah bersatu,
Allah bayangan dan Allah tetap yang sejati,
Sudah campur bersatu rasa.)

7. Simbolisme `Buku, Bulan Purnama, dan Gerhana Bintang’

Bait-bait sentek pisan wus rampung, tanggal pisan purnama sidi, dan panglong grahana lintang diterangkan oleh Ki Ageng sebagai berikut:

Sentek pisan wus rampung,
tanggal pisan purnama sidi,
panglong grahana lintang,
Iku semunipun,
kang sampun awas ing cipta.


(Sekali singgung sudah tamat,
tanggal satu bulan purnama,
tidak kurang gerhana bintang,
itulah lambang,
manusia yang sudah waspada akan ciptanya.)


8. Simbolisme ‘Angka Satu’

Bait-bait seperti lawan sastra adi kang linuwih, lawan Qur’an pira sastra nira, estri priyadi tunggale, lawan ingkang tumuwuh tidak diterangkan jelas-jelas oleh Ki Ageng Selo dalam Pepalinya.

(Dan sastra indah-utama, berapakah jumlahnya? Kitab Al-Qur’an, berapakah sastranya? Perempuan dan laki-laki utama, ada berapakah jodohnya? Dan berapakah jumlah yang tumbuh?)


[KI AGENG SELO]









KUMPULAN ARTIKEL FREE DOWNLOADS

Silahkan Download Disini


Silahkan Download Disini


Silahkan Download Disini

Software Download Tips
Free Software Download

Kajian.NetDownload ebook gratis

WEJANGAN SHOLAT

1.Kalau seseorang akan melakukan ibadah Haji, maka harus diketahui tujuan sebenarnya, kalau tidak apa yang dilakukan akan sia-sia belaka. Itulah yang dinamakan Iman Hidayat

2. Sebelum seseorang melakukan sesuatu, hendaknya diteliti dahulu agar tidak tertipu oleh nafsu, supaya tetap dalam jati diri yang asli ( pancamaya ). Penghalang tingkah laku menuju kebaikan ada tiga golongan, dan siapa berhasil menjauhi penghalang tersebut akan berhasil menyatukan dirinya dengan yang ghaib. Yang dimaksud dengan penghalang tersebut adalah marah, sakit hati, angkara murka, sombong, dan semacamnya

3. Orang Islam adalah pewaris atau penerus ajaran Muhammad Rasulullah SAW, oleh karena itu harus melestarikan dan memperjuangkan ajaran tersebut

4. Tanda-tanda adanya Allah itu ada pada diri manusia sendiri. Hal ini harus direnungkan dan diingat betul. Orang yang suka membicarakan dan memuji diri sendiri, akan dapat melemahkan semangat usahanya

5. Semua garis hidup manusia telah ditentukan di dalam Johar awal,karena disesuaikan dengan ketentuan dan kegaiban yang dirasakan di jaman azali.
Berdiri tegak sambil sidhakep waktu sholat(Takbiratul Ikhrom) adalah untuk menciptakan keheningan hati, menyatukan konsentrasi dan menyatukan segala gerakan dan ucapan kepada Sang Pencipta

6. Ruku' berarti tunduk kepada Yang Menciptakan, merasa sedih dan malu sampai Sang Pencipta muncul, lalu keluar air mata sehingga tenanglah kehidupan ruh manusia yang melakukan ruku'

7. Gerakan sujud dalam sholat bermula dari munculnya cahaya yang menandakan pentingnya sujud ke permukaan bumi. Adanya cahaya tersebut, manusia merasa berhadapan dengan wujud Allah SWT sehingga orang yang sujud yakin bahwa Allah SWT melihat diriNya( pelajaran tentang ikhsan ). Pada waktu sujud, bumi dan segala isi serta keindahannya tidak nampak oleh manusia, sehingga pada waktu itu yang dilihat hanya Allah SWT semata.

8. Pada waktu duduk di antara sujud, seolah-olah seorang sedang bimbang menunggu kedatangan Allah. Walaupun tidak nampak datang, tetapi sesunguhnya Allah benar-benar ada dan Dialah satu-satunya tempat mengabdi. Sekali-kali jangan ada manusia yang menganggap dirinya itu sama dengan Allah SWT

9. Tidak ada manusia yang dapat menyamai Nabi Muhammad SAW, karena beliau adalah makhluk pilihan yang dimuliakan Allah SWT, yang selalu dikaruniai dengan pengetahuan rahasia.Nabi Muhammad SAW sering melakukan puasa

10. Akan dimuliakan Allah oleh Allah SWT ,manusia yang mau mengeluarkan shodaqoh, yang melakukan ibadah haji, yang rajin melaksanakan sholat

11. Sudahkah petunjuk iman terasa dalam dirimu ? Tauhid adalah pengetahuan yang penting untuk menyembah Allah SWT, ma’rifat harus dimiliki untuk mengetahui kejelasan yang terlihat, sedang ru’yat sebagai saksi adanya yang terlihat dengan nyata

12. Ketika Syekh Melaya bertanya mengapa ada orang yang masuk neraka, jawabnya adalah neraka disediakan buat manusia yang mempunyai sifat hewani, manusia yang tidak mengenal dan meniru tingkah laku Nabiyulloh, manusia yang mengikuti bujuk rayu iblis, serta orang kafir yang menyembah kayu dan batu

13. Ruh Idhofi adalah yang kekal sampai hari kiamat, berasal dari Ruh Allah yang mendapat sinar Allah, yang senantiasa menerangi hati penuh kewaspadaan, selalu mawas diri, mencari kekurangan yang ada, selalu memprsiapkan diri, menghadapi kematian, serba pasrah kepada Allah SWT, merasa sebagai anak cucu Adam yang harus mempertanggung jawabkan segala perbuatan. Ruh idhofi sudah ada sebelum manusia diciptakan

14. Johar awal yang menimbulkan sholat Daim, sholat yang tidak memerlukan air wudhu, yaitu sholat bathin yang sebenarnya, sholat selama-lamanya selagi manusia masih hidup, dimana saja, kapan saja, dan bagaimanapun keadaannya

15. Kehidupan manusai itu ibarat wayang dengan layarya, sedang wayang tidak tahu warna dirinya. Oleh karena itu manusia memerlukan hidyat dari Allah SWT.Pengganti Allah adalah utusan Allah, yaitu Muhammad yang termasuk badan mukmin. Ruh mukmin identik dengan ruh idhofi

16. Disebut Iman Maksum kalau sudah mendapat ketetapan sebagai panutan ( suri tauladan ), yaitu mengikuti contoh nabi Muhammad. Kalau tidak mengikuti tauladan maka tidak mengetahui keislaman sehingga hidupnya akan tersesat, kufur serta kafir badannya. Orang kufur akan bingung karena tiada pedoman manusia yang dapat diteladani

17. Kufur dekat denagn kafir, sebab kafir berarti buta tuli tidak mengerti tentang surga neraka. Kufur tidak berusaha maksimal mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan tidak menyembah serta memujiNya dengan keikhlasan.

18. Adapun wujud Dzatullah itu tidak satu makhluk apapun yang mengethaui. Sedang yang dimaksud dengan iman tauhid adalah meyakini adanya Allah SWT dan mengakui Muhammad sebagai rasulNya

19. Ruh idlofi ada di dalam diri manusia, namanya ma’rifat, hidupnya disebut syahadat ( kesaksian ), hidup tunggal di dalam hidup, rukuk sujud sebagai penghiasnya, ruku berarti dekat dengan Tuhan pilihan. Kalau sudah begitu maka tidak akan menderita dan tidak takut ketika menjelang ajal (sakratul maut )

20. Manusia harus mengakui sedalam-dalamnya bahwa keberadaannya karena Allah hidup dan menghidupi dirinya serta menghidupi semua makhluk hidup(adanya hidup,yang hidup dan kehidupan)

21. Sholat adalah sarana pengabdian hamba kepada Sang Pencipta, yang menjalankan sholat adalah raga, tetapi gerakan raga terdorong oleh adanya iman yang hidup, sinarnya memancar dari ruh. Seandainya nyawa/ruh tidak hidup, maka tidak akan ada perbuatan

22. Allah SWT tidak berjumlah tiga. Semua yang hidup akan mati, lalu berganti hidup di akhirat. Kurang lebih tiga hari perubahan hidup itu pasti terjadi.

Tiga hari sebagai isyarat bahwa manusia terjadi dari tiga asal, yaitu Ayah, Ibu dan Allah SWT. Setelah dititipkan selama 7 hari maka dikembalikan pada yang memberi amanat . Titipan tauhid dikembalikan pada hari ke 30. Kalau waktu menegembalikan itu menangis, pertanda, dia menyesali sewaktu masih hidup. Hal ini akan menimbulkan kesedihan yang berkepanjangan . Siapapun akan mengalami kesedihan itu karena merasa kehilangan, mati, yang terjadi pada hari ke 40. Pada waktu itu ruh jasad di hadapan Sang Pemberi. Pada hari ke 1000 sudah tidak ada lagi yang tertinggal. Pada waktu itu ruh kembali kepada Allah SWT dalam keadaan sempurna, seperti mula pertama diciptakan

23. Seluruh yang ada pada diri manusia dan lingkungannya bukan milik manusia, melainkan milik Sang Pencipta, oleh karena itu manusia harus ANGROGO SUKMO setiap saat, yaitu hatinya sudah bulat menyatu sebagai KAWULA GUSTI.

24. Kalau sudah memahami serta menguasai amalan dan ilmu, manusia hendaknya waspada terhadap semua masalah. Manusia harus mampu ibarat mati didalam hidup atau hidup didalam mati. Itulah hidup abadi, yang mati adalah nafsunya, lahiriahnya badan yang menjalani mati.

25. Banyak pemuka agama yang salah dalam penafsiran maupun menyampaikan suatu pesan sehingga justru mematikan pengertian yang benar. Ada pemuka agama yang ibarat seekor burung, mencari pohon rindang dengan banyak buahnya sekedar tempat bertengger. Disitu pula dia memperoleh kemuliaan hidup baru, ada yang berpangkat tinggi, ada yang ikut orang kaya, tetapi ada pula orang bodoh yang memanfaatkannya. Adapula yang justru terpaksa menjadi pemuka agama, menumpuk harta kekayaan dan banyak isteri, semuanya ingin mendapatkan yang serba lebih.

26. Ada agamawan yang ingin mati bersama raganya dengan mempertinggi semedi. Sayang mereka tidak mengikuti petunjuk Allah SWT, tidak didukung oleh ilmu, sehingga kosong karena hanya mengandalkan fikiran walaupun badannya sampai kurus kering.

27. Semedi mestinya hanya sebagai ragi, sedang ilmu sebagai pendukung. Semedi tanpa ilmu tidak akan berhasil, sedang ilmu tanpa semedi akan hambar yang juga tidak akan berhasil

28. Banyak pula agamawan palsu, ajarannya hanya setengah-setengah. Seorang diantara para sahabat itu dianggap yang paling berilmu, harus ditaati ucapannya, ketika berjalan harus disembah-sembah, biasanya bertempat tinggal di puncak gunung. Pengaruhnya sangat besar, bayak murid datang kepadanya untuk berguru, nasihatnya banyak sekali dan bermacam-macam, seperti gong besar yang dipukul, tetapi isinya tidak bermutu sehingga rugilah murid-murid yang berguru tersebut

29. Manusia bukan yang paling mulia diantara ciptaanNya dan harus menyadari bahwa isi jagad ini bukan hanya manusia, tetapi manusia ditugaskan menjadi Khalifah dan menjadi Mulia.

Shalat mempunyai makna tersembunyi yang tersirat dalam gerakannya, berdiri adalah lambang api yang bersifat Qohar, rukuk adalah lambang angin yang bersifat Jalal, sujud adalah lambang air yang bersifat Jamal, dan duduk adalah labang bumi yang bersifat Kamal.

Qohar berarti Maha Mandiri ( Kuasa )

Jalal berarti Maha Kuasa

Jamal berarti Maha Indah

Kamal berarti Maha Sempurna


Shalat selalu diakhiri dengan fadhillah masing-masing shalat

Empat perkara yang menakjubkan ;

1. Takjub kepada Syahadat

2. Takjub kepda Takbir

3. Takjub kepada Tuhan

4. Takjub kepada Sakratul maut





TAFSIR AL-QUR'AN



Semua Manusia akan rusak,kecuali yang Berilmu... Orang yang berilmu pun akan rusak ,kecuali orang yang beramal... Orang yang beramal juga akan rusak ,kecuali orang yang Ikhlas (Imam Al-Ghozali)