content top



Tampilkan postingan dengan label MUTIARA KATA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUTIARA KATA. Tampilkan semua postingan

NASEHAT BIJAKSANA

1.Anugerah terbesar dari Sang Pencipta adalah Hidup,belajarlah untuk menghargai semua alam kehidupan dengan melihat pada sumber Hidup.

2.Cara belajar yang baik adalah keahlian diri dalam menilai positif setiap keadaan yang ada dalam kehidupan.

3.Hal yang terpenting dalam belajar ,gunakanlah selalu akal untuk berpikir dan mencari jawaban dari setiap pemikiran.

4.Namun dalam belajar bisa menjadi tidak berarti apabila tidak disertai perubahan perilaku pada kebaikan 

5.Menghargai setiap ilmu lebih utama ,sebab mempelajari suatu ilmu bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun,sedangkan hal tersulit adalah menjaganya ,sebab hanya membutuhkan waktu sedetik bisa menghancurkan ilmu yang susah payah diperoleh bertahun-tahun.

6.Ketika kita menganggap suatu hal yang rendah/sepele,bisa jadi hal tersebut suatu ketika menjadi sebuah hal yang terbesar dan sangat dibutuhkan dalam hidup kita.

7.Orang yang berakal adalah orang yang mampu mengendalikan sikap dalam  mengumbar pandangan, karena mata tidak akan mampu melihat  pada hakikat yang sebenarnya.

8.Mata merupakan pintu jiwa ,karna itu setiap keadaan didalam jiwa yang disembunyikan  bisa terpancar melalui pandangan mata.

9.Belajarlah untuk melihat dan melakukan setiap pekerjaan yang sudah ada didepan mata,dan jangan melihat yang masih jauh dan samar ,karna akan mematahkan semangat saat kita tidak mampu mewujudkannya sesuai dengan yang ada dalam rancangan pemikiran kita.

10.Memperbaiki keadaan yang suram itu lebih baik daripada menambah perilaku untuk merusaknya dengan saling mengutuk dan menyalahkan.

11.Hasil dari suatu pekerjaan selalu dinilai dengan uang,dan setiap uang yang didapat tidak akan pernah mencapai kepuasan,sehingga selalu diiringi kompetisi yang ganas pada penguasaan dunia.

12.Segala keadaan didalam bathin dipengaruhi dan dipicu oleh pikiran.Karna itu pikiran menjadi pemimpin gerak perilaku tubuh.

13.Kejahatan dan kebaikan diperbuat oleh diri sendiri . Karena itu kesucian atau kenistaan adalah milik masing-masing pribadi. Dan hanya dirinyalah yang harus mampu untuk berusaha merubahnya.

14.Seseorang yang sedang dikuasai amarah maka ucapannya akan lebih cepat mendahului akal pikirannya dan perilakunya akan mendahului hati nuraninya.

15.Karna itu berusahalah selalu untuk tersenyum disetiap keadaan,sebab didalam senyum  mengandung cahaya kebaikan dan kesucian yang mampu membawa kedamaian dan rasa kasih sayang.

16.Hal yang tersulit dalam kehidupan ini adalah untuk mengalah,sebab naluri nafsu manusia selalu ingin merasa lebih dan mengalahkan orang lain, tetapi manusia sungkan untuk berusaha mengalahkan ego yang ada dalam dirinya .

17.Manusia lebih menyukai berburu dan menjinakkan syetan diluar dirinya ,tetapi tidak mau berusaha untuk menjinakkan syetan yang ada dalam dirinya.

18.Sesuatu yang terjadi pada masa yang akan datang  adalah hasil dari akibat perbuatan kita pada masa lalu dan saat ini yang sedang dijalani.

19.Tuhan memberikan takdir sesuai dengan apa yang kita lakukan. Jika kita maju dan berusaha, Tuhan akan memberikan takdir kesuksesan. Jika kita lengah dan malas, maka Tuhan akan memberikan takdir kegagalan.

20.Bersyukurlah  pada keadaan yang ada pada diri sendiri,walaupun terkadang ada yang  tidak menyukainya.Sebab sesuatu yang ada pada diri bisa menjadi suatu kelebihan yang orang lain tidak akan mampu bisa menjadi seperti diri kita. 

21.Terkadang betapa sulitnya manusia bersyukur atas hidupnya. Namun betapa mudahnya manusia mengeluh hanya karena kakinya menginjak duri dijalan.

22.Duri kecil  yang menusuk  kaki terkadang sulit ditemukan, apalagi duri didalam hati. Jika ada orang yang mampu melihat duri di hatinya,maka tidak akan lagi berkeluh kesah.

23.Tuhan menciptakan kehidupan berpasangan,ada siang dan malam ,dan janganlah pernah berkata bahwa kita  tidak pernah  mengecap nikmatnya kehidupan. Biarkanlah semua berjalan seperti air mengalir dan lakukanlah yang terbaik atas anugerah hidup ini.

24.Jika kita melihat dunia, maka lihatlah kebawah dan jangan melihat keatas,karena jika kita menengadah melihat keatas, maka yang kita dapatkan adalah pandangan yang menyilaukan yang membuat sakit leher dan mata yang berkunang-kunang.

25.Ketika kita merasa takut melangkah untuk suatu perubahan dalam kehidupan, maka  lihatlah bagaimana seorang balita  yang mencoba belajar berjalan. Maka kita  menyadari  bahwa setiap manusia  akan merasakan  jatuh. Hanya manusia terbaiklah yang mampu bangkit dan tegar dari kegagalannya .

26.Sesungguhnya Tuhan seperti apa yang kita pikirkan, jika kita berpikir bahwa Tuhan itu selalu berbuat kebaikan atas diri kita, maka kita akan menilai setiap kejadian adalah suatu kebaikan. Namun jika kita  berpikir Tuhan itu Buruk, maka setiap kejadian  akan menjadikan suatu keburukan bagi diri kita. 

27.Setiap waktu yang kita jalani merupakan suatu pilihan,tergantung kita untuk memilihnya.,apakah kita akan memulainya saat ini dengan niat yang baik ataukah hanya diam menunggu  dan akhirnya mendapatkan rasa penyesalan keesokan harinya.

28.Menjalani kehidupan  ibarat menaiki sepeda,agar tidak terjatuh dari sepeda dan menjaga keseimbangannya,maka kita harus terus bergerak dan mengayuhkan kaki.

29.Lika-liku dalam kehidupan ibarat sebuah permainan Catur yang penuh dengan tantangan dan pengorbanan. Karna itu berpikirlah untuk membuat langkah terbaik dalam kehidupan  sebelum   Skak Mati.

30.Karna itu,janganlah melupakan bahwa gerak langkah / perilaku kita dalam kehidupan tidak bisa bergerak sendiri tetapi melalui gerak dan perilaku orang lain yang ada disekitar kita.

31.Burung Hantu sering dijadikan simbol kebijakan, karena seekor burung hantu yang sedang mengintai  dan duduk di sebatang dahan,diibaratkan seperti orang yang makin banyak  melihat, maka semakin sedikit ia berbicara. Semakin sedikit ia bicara, maka semakin banyak ia mendengar.

32.Bukanlah karena banyak berbicara seseorang dianggap sebagai orang bijak. Tetapi orang yang selalu tenang dan bisa menciptakan keadaan damai,tentram,menumbuhkan keyakinan tanpa ada rasa benci, kekerasan dan ketakutan pada orang lain .

33.Perlakukanlah setiap orang dengan kebaikan hati,rasa hormat dan keikhlasan,walaupun terkadang  mereka membalasnya dengan keburukan. 

34.Sebenarnya setiap hambatan dan kegagalan kita bukanlah karena adanya kesulitan yang dihadapi, tetapi karena ketidak beranian untuk melawan rasa takut dalam diri.

35.Kebijakan dalam tindakan didasari pada Cinta. Karna dengan cinta itulah timbul keikhlasan,ia tidak akan pernah meminta, ia senantiasa memberi,ia tidak mengeluh,tidak berputus asa. Di mana ada cinta di situlah ada kehidupan dan harapan.

36.Jadilah diri kita dalam kehidupan ini seperti seorang pengoleksi barang antik, artinya..........................



Slide Show Album Gambar



Dibawah ini merupakan Album gambar yang berisi ayat-ayat dan hadist,serta makna yang terkandung dibalik setiap gambar.
Semoga bermanfaat dan dapat memberi ilham bagi anda yang mau berpikir........



DAWAI KERINDUAN











Duhai dimalam nan hening 
 Mengalun semai nada menggugah jiwa 
Nada itu adalah firman-Nya 
Yang begitu indah dan menenteramkan hati gersang 

 Kegersangan hati akan mulai bersemi  
Oleh kumandang senandung indah penggugah jiwa  
Harapan tertanam dalam desiran resah diri 
 Agar senandungnya selalu menyatu dalam jiwa raga 

Bilakah kerinduan hati selalu ada 
Kepada Ilahi dan Rasul-Nya 
Yang selalu terpaut dalam sukma 
Maka itu adalah azam yang tiada tara 

Bathin bergema dalam jeritan memohon ampunan Ilahi 
Terhadap titik-titik noda dan buih-buih cinta dunia 
Yang membawa diri hanyut dalam derai derita jiwa 
Yang selalu berkepanjangan tiada puasnya.... 

Ingin rasa menghapus noda hitam dalam qalbu 
Mengubahnya menjadi qalbu yang bening dan penuh cinta 
Namun kadangkala deburan ombak dunia kian menderu 
Membuat jiwa raga lemah tak berdaya.......  

Yaa Rabbi...... 
Bimbing diri ini menuju cinta-Mu 
Menggapai mahligai mahabbah Rasul-Mu 
Jadikan getah getar kidung ini terpatri 
Dalam diri siapapun yang mampu menepiskannya 
Dalam ukiran emas didalam qalbu  

Yaa Rabbi...... 
Ingin kami memiliki rasa rindu tak terperih akan cinta-Mu 
Rindu yang menghanyutkan qalbu untuk selalu mengingat-Mu... 

Bilakah rindu ini berlabuh dalam lautan kasih-Mu 
Rindu yang membawa damai oleh kemiskinan duniawi... 

Bilakah rindu ini selalu terpuaskan oleh kemurahan-Mu 
Dikala kemewahan dunia dalam genggaman tangan ini 
.............................................................................................. 





SERAT WEDHATAMA KE-2

Sambungan dari SERAT WEDHATAMA KE-1


83




Mangka kanthining tumuwuh,


Salami mung awas eling,


Eling lukitaning alam,


Dadi wiryaning dumadi,


Supadi nir ing sangsaya,


Yeku pangreksaning urip.




Padahal bekal hidup,


selamanya waspada dan ingat,


Ingat akan pertanda yang ada


di alam ini,


Menjadi kekuatannya asal-usul, supaya lepas dari sengsara.


Begitulah memelihara hidup.


84




Marma den taberi kulup,


Anglung lantiping ati,


Rina wengi den anedya,


Pandak panduking pambudi,


Bengkas kahardaning driya,


Supaya dadya utami.`




Maka rajinlah anak-anakku,


Belajar menajamkan hati,


Siang malam berusaha,


merasuk ke dalam sanubari,


melenyapkan nafsu pribadi,


Agar menjadi (manusia) utama.


85




Pangasahe sepi samun,


Aywa esah ing salami,


Samangsa wis kawistara,


Lalandhepe mingis mingis,


Pasah wukir reksamuka,


Kekes srabedaning budi.




Mengasahnya di alam sepi (semedi),


Jangan berhenti selamanya,


Apabila sudah kelihatan,


tajamnya luar biasa,


mampu mengiris gunung penghalang,


Lenyap semua penghalang budi.


86




Dene awas tegesipun,


Weruh warananing urip,


Miwah wisesaning tunggal,


Kang atunggil rina wengi,


Kang mukitan ing sakarsa,


Gumelar ngalam sakalir.




Awas itu artinya,


tahu penghalang kehidupan,


serta kekuasaan yang tunggal,


yang bersatu siang malam,


Yang mengabulkan segala kehendak,


terhampar alam semesta.


87




Aywa sembrana ing kalbu,


Wawasen wuwus sireki,


Ing kono yekti karasa,


Dudu ucape pribadi,


Marma den sembadeng sedya,


Wewesen praptaning uwis.




Hati jangan lengah,


Waspadailah kata-katamu,


Di situ tentu terasa,


bukan ucapan pribadi,


Maka tanggungjawablah, perhatikan semuanya sampai tuntas.


88




Sirnakna semanging kalbu,


Den waspada ing pangeksi,


Yeku dalaning kasidan,


Sinuda saka sethithik,


Pamothahing nafsu hawa,


Linalantih mamrih titih.




Sirnakan keraguan hati,


waspadalah terhadap pandanganmu,


Itulah caranya berhasil,


Kurangilah sedikit demi sedikit godaan hawa nafsu,


Latihlah agar terlatih.


89




Aywa mematuh nalutuh,


Tanpa tuwas tanpa kasil,


Kasalibuk ing srabeda,


Marma dipun ngati-ati,


Urip keh rencananira,


Sambekala den kaliling.




Jangan terbiasa berbuat aib,


Tiada guna tiada hasil,


terjerat oleh aral,


Maka berhati-hatilah,


Hidup ini banyak rintangan,


Godaan harus dicermati.


90




Umpamane wong lumaku,


Marga gawat den liwati,


Lamun kurang ing pangarah,


Sayekti karendhet ing ri.


Apese kasandhung padhas,


Babak bundhas anemahi.




Seumpama orang berjalan,


Jalan berbahaya dilalui,


Apabila kurang perhitungan,


Tentulah tertusuk duri,


celakanya terantuk batu,


Akhirnya penuh luka.


91




Lumrah bae yen kadyeku,


Atetamba yen wus bucik,


Duweya kawruh sabodhag,


Yen tan nartani ing kapti,


Dadi kawruhe kinarya,


Ngupaya kasil lan melik.




Lumrahnya jika seperti itu,


Berobat setelah terluka,


Biarpun punya ilmu segudang,


bila tak sesuai tujuannya,


ilmunya hanya dipakai mencari nafkah dan pamrih.


92




Meloke yen arsa muluk,


Muluk ujare lir wali,


Wola wali nora nyata,


Anggepe pandhita luwih,


Kaluwihane tan ana,


Kabeh tandha tandha sepi.




Baru kelihatan jika keinginannya muluk-muluk,


Muluk-muluk bicaranya seperti wali,


Berkali-kali tak terbukti,


merasa diri pandita istimewa,


Kelebihannya tak ada,


Semua bukti sepi.


93




Kawruhe mung ana wuwus,


Wuwuse gumaib gaib,


Kasliring thithik tan kena,


Mancereng alise gathik,


Apa pandhita antiga,


Kang mangkono iku kaki,




Ilmunya sebatas mulut,


Kata-katanya di gaib-gaibkan,


Dibantah sedikit saja tidak mau, mata membelalak alisnya menjadi satu,


Apakah yang seperti itu pandita palsu,..anakku ?


94




Mangka ta kang aran laku,


Lakune ngelmu sejati,


Tan dahwen pati openan,


Tan panasten nora jail,


Tan njurungi ing kahardan,


Amung eneng mamrih ening.




Padahal yang disebut “laku”,


sarat menjalankan ilmu sejati tidak suka omong kosong dan tidak suka memanfaatkan hal-hal sepele yang bukan haknya,


Tidak iri hati dan jail,


Tidak melampiaskan hawa nafsu. Sebaliknya, bersikap tenang agar menggapai keheningan jiwa.


95




Kaunanging budi luhung,


Bangkit ajur ajer kaki,


Yen mangkono bakal cikal,


Thukul wijining utami,


Nadyan bener kawruhira,


Yen ana kang nyulayani.




Luhurnya budipekerti,


pandai beradaptasi, anakku !


Demikian itulah awal mula,


tumbuhnya benih keutamaan,


Walaupun benar ilmumu,


bila ada yang mempersoalkan..


96




Tur kang nyulayani iku,


Wus wruh yen kawruhe nempil,


Nanging laire angalah,


Katingala angemori,


Mung ngenaki tyasing liyan,


Aywa esak aywa serik.




Walau orang yang mempersoalkan itu, sudah diketahui ilmunya dangkal,


tetapi secara lahir kita mengalah,


berkesanlah persuasif,


sekedar menggembirakan hati orang lain.


Jangan sakit hati dan dendam.


97




Yeku ilapating wahyu,


Yen yuwana ing salami,


Marga wimbuh ing nugraha,


Saking heb Kang mahasuci,


Cinancang pucuking cipta,


Nora ucul ucul kaki.




Begitulah sarat turunnya wahyu,


Bila teguh selamanya,


dapat bertambah anugrahnya,


dari sabda Tuhan Mahasuci,


terikat di ujung cipta,


tiada terlepas-lepas anakku.


98




Mangkono ingkang tinamtu,


Tampa nugrahaning Widhi,


Marma ta kulup den bisa,


Mbusuki ujaring janmi,


Pakoleh lair batinnya,


Iyeku budi premati.




Begitulah yang digariskan,


Untuk mendapat anugrah Tuhan.


Maka dari itu anakku,


sebisanya, kalian pura-pura menjadi orang bodoh terhadap perkataan orang lain,


nyaman lahir batinnya,


yakni budi yang baik.


99




Pantes tinulat tinurut,


Laladane mrih utami,


Utama kembanging mulya,


Kamulyan jiwa dhiri,


Ora ta yen ngeplekana,


Lir leluhur nguni-uni.




Pantas menjadi suri tauladan yang ditiru,


Wahana agar hidup mulia,


kemuliaan jiwa raga.


Walaupun tidak persis, seperti nenek moyang dahulu.


100




Ananging ta kudu kudu,


Sakadarira pribadi,


Aywa tinggal tutuladan,


Lamun tan mangkono kaki,


Yekti tuna ing tumitah,


Poma kaestokna kaki.




Tetapi harus giat berupaya, sesuai kemampuan diri,


Jangan melupakan suri tauladan,


Bila tak berbuat demikian itu anakku,


pasti merugi sebagai manusia.


Maka lakukanlah anakku !



Semua Manusia akan rusak,kecuali yang Berilmu... Orang yang berilmu pun akan rusak ,kecuali orang yang beramal... Orang yang beramal juga akan rusak ,kecuali orang yang Ikhlas (Imam Al-Ghozali)